Sabtu, 09 Agustus 2014

YANG SELALU BERTANYA PADAKU

Hai kamu
Iya kamu
Yang terhalang oleh waktu dan terpisah oleh jarak
Yang setiap malam selalu kusebut sebelum aku memejamkan mata menunggu sang mentari

Ini hanya goresan
Goresan cerita yang sedang terajut
Yang masih terajut
Dan akan tetap terajut

Hai kamu yang selalu bertanya padaku
Hai kamu yang selalu meragukanku

Setiap saat setiap kali dan setiap menatap
"aku benci"
Ya, aku benci menjawab pertanyaanmu

"Aku terlalu buruk berdampingan denganmu?" pertanyaan pertama
"Apakah aku cukup tampan untuk bersama denganmu?" pertanyaan kedua
"Apakah kau malu bersanding denganku?" pertanyaan ketiga
"Apakah kau benar-benar menyayangiku? " pertanyaan keempat
"Apakah kelak aku akan meninggalkanmu?" pertanyaan kelima

Hai kamu..
Yang selalu bertanya padaku

Tidakkah kau merasa kau sungguh tampan..
Berapa kali aku menyuruhmu berkaca
Dan menghadiahkanmu sebuah kaca
Sampai kapan kau bertanya ?
Coba lihat wajahmu dan tersenyumlah
Coba lihat hatimu dan renungkanlah
Apa kau masih melihat kau buruk?

Sejenak mari kujelaskan
ini kamu yang slalu bertanya padaku
Tidakkah kau melihat mata yang indah yang selalu aku lihat ketika aku bercerita tentang kisahku
Mata yang indah yang menatapku dalam dalam ketika aku berbuat sesuatu yang tidak dikehendaki Tuhan?
Mata yang selalu sayu ketika aku bercerita tentang keluh kesahku
Mata yang selalu berapi api ketika aku bercerita tentang cita cita
Hey kamu..
Matamu sangat indah dan selalu berbicara dari setiap momen berbeda

Sekarang kau turun ke bawah..
Hidungmu.. Iya hidung yang selalu terganggu ketika asap rokok yang terhirup
Dan kau selalu marah ketika aku menghirup rokok orang di tempat umum
Ya, hidungmu yang peka yang membuatmu sangat sempurna. Menarikku ketika aku tidak sengaja menghirupnya
Hidung yang selalu melindungi setiap nafas yang selalu aku hirup?

Mulut..
Apakah kau masih merasa buruk?
Aku tidak pernah mendapat cacian sedikitpun dari bibirmu
Aku tidak pernah mendengar sedikitpun kata kotor yang terucap
Dan bibir yang selalu mengucap doa
Saat kau berada satu shof didepanku
Apa ini masih buruk?

Tampan??
Iya sangat tampan.
Coba jelaskan apa yang membuat kamu merasa tidak tampan
Beribu hujatan yang selalu memuakkan telingaku
Ketika mereka bertanya mengapa aku harus bersama kamu
Aku sudah muak
Aku tau kau pasti terluka karna ini semua
Aku tau kau dengar ini semua
Tapi kau yang selalu tabah dan menguatkanku
Bukan aku seharusnya yang marah
Tapi kamu!
Tapi inilah yang aku namakan ketampanan yang tidak bisa mereka lihat.
Kamu yang selalu bertanya padaku menjawab aku memang tidak punya ketampanan tapi aku masih punya hati yang luas untuk menerimamu apapun kondisimu
Iya!
Ketampananmu yang aku rasakan
Aku yang selama ini bersamamu
Aku yang selama ini bertingkah semauku
Tanpa adanya gaun yang membalut
Atau topeng yang harusnya ku kenakan layaknya wanita yang ingin tampak sempurna dihadapan pasangannya
Tapi itu tidak berlaku buatku
Gadis penjawab pertanyaan

Aku yang tampil compang camping
Dengan tingkah yang memalukan
Dan seluruh kekurangan

Tapi taukah kau yang selalu bertanya padaku
Selama ini aku merasa hebat
Aku bisa tampil aku yang murni
Aku yang memalukan
Aku yang compang camping
Aku yang bisa menjadi aku
Karena hatimu yang luas untukku

Pertanyaan konyol
Apakah kau malu bersanding denganku?
Hai kamu
Apa yang harus aku malukan
Betapa bangganya aku memilikimu
Wahai kamu yang selalu bertanya padaku
Lelaki hebat yang mempertahankan perasaanya sekuat tenaga
Lelaki yang tidur di kolong demi perasaanya
Lelaki yang tertahan diluar berjam-jam demi perasaanya
Lelaki yang selalu bermata bengkak demi perasaanya
Lelaki yang meminta ijin membawa kemanapun aku pergi
Mengantarkanku sampai kembali
Lelaki terasing untuk perasaanya

Hai..
Tidakkah kau bangga?
Kau sudah bertahan pada aku yang beku sejauh ini
Melelehkanku sedikit demi sedikit
Mengubahku si batu

Hai.. Tidakkah kau merasa
Aku begitu bangga
Dari mana kau bertanya?
Setiap langkah aku menapak
Apakah kau tidak merasa?
Siapa yang selama ini kubawa
Siapa yang selama ini ku perkenalkan?
Bukan hanya dihadapan gadis gadis kerumun
Ataupun pria pria yang slama ini bersamaku
Tapi juga orang yang slama ini hidup bersamaku
Dan mereka seperangkat kluarga besar yang malu malu kau tatap matanya
Iya, cuma kamu, hanya kamu yang kubawa dan mereka  kenal
Bukan mereka yang kau anggap tampan
Tapi kau yang anggap tampan

Apa kau menyayangiku?
Ah, itu tak perlu ku jawab karna aku rasa tidak perlu
Tidak ada bagian yang perlu jadi alasan
Dan tidak ada yang erlu aku ungkapkan
Tidak ada
Semua ini mengalir begitu saja
Tidak ada incaran atau yang lain
Aku tidak memiliki alasan untuk mencintaimu dan aku tidak memiliki alasan untuk meninggalkanmu ketika alasan itu hilang
Ya, banyak yang mempertanyakan
Termasuk kamu! Tukang pengaju pertanyaan
Cukup. Sungguh aku tak memiliki jawaban!


Ini hidupku ini bukan soal yang perlu dijawab
Aku selalu pusing dengan pertanyaanmu
Cukup jangan kau beri aku pertanyaan
Tanyakan pada hatimu mengapa kau bertahan
Karna itu jawabanya

Cukup satu
Iya satu.
Aku bertahan karna kau bertahan.
Jawaban smua ini hanya satu.
Karena kamu









Tidak ada komentar:

Posting Komentar